MANAJEMEN SISTEM INFORMASI KANTOR ADVOKAT
Tugas Terstruktur 6
A.
Definisi Sistem
Informasi
Alfatta (dalam
Sumarlin dan Zainudin, 2014) menyatakan bahwa sistem dalam arti luas merupakan sekumpulan
elemen-elemen yang saling terhubung satu dengan yang lainnya untuk mencapai sebuah
tujuan. Sistem informasi adalah sekumpulan elemen-elemen yang diorganisasikan
dan diolah menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan
pengambilan keputusan.
B.
Membangun
Sistem Informasi
Membangun
sistem informasi baru merupakan salah satu bentuk perubahan organisasi yang
terencana. Pengenalan sistem informasi baru melibatkan lebih banyak daripada
perangkat keras dan perangkat lunak baru. Ini juga mencakup perubahan dalam
pekerjaan, keterampilan, manajemen, dan organisasi. Saat merancang sistem
informasi baru, kita mendesain ulang organisasi. Pembangun sistem harus
memahami bagaimana sistem akan mempengaruhi proses bisnis dan organisasi secara
keseluruhan. Berikut adalah 7 langkah membangun sistem informasi :
1.
Perencanaan
Orang bijak
mengatakan untuk mencapai seribu langkah harus dimulai dengan satu langkah.
Demikian juga dengan membangun sistem informasi, langkah pertama kita adalah
membuat perencanaan(planning).
Perencanaan
adalah membuat semua rencana yang berkaitan dengan proyek sistem informasi.
kalau kita ingin membangun rumah maka kita akan melakukan perencanaan bagaimana
pondasinya , bagaimana struktur bangunannya, mau memakai material apa saja, apa
warna dindingnya, tak ketinggalakan pula merencanakan anggaran budget yang
harus kita keluarkan.
2.
Analisa
Setelah
perencanaan selesai, langkah berikutnya adalah membuat analisa (analyst).
Analisa adalah menganalisa workflow sistem informasi yang sedang berjalan dan
mengindentifikasi apakah workflow telah efisien dan sesuai standar tertentu.
Analisa
dilakukan oleh Business Processs Analyst (BPA) yang berpengalaman dan/atau
memahami workflow sistem manajemen di area yang sedang dianalisa.
3.
Desain
Setelah proses
analisa selesai, selanjutnya adalah membuat desain (desgin). Desain adalah
langkah yang sangat penting dalam siklus SDLC karena langkah ini menentukan
fondasi sistem informasi. kesalahan dalam desain dapat menimbulkan hambatan
bahkan kegagalan proyek.
Ada 2 jenis
desain yang dibuat di langkah ini, yaitu desain proses bisnis dan desain
pemrograman.
a. Desain
Proses Bisnis
b. Desain
Pemrograman
Desain
pemrograman dilakukan oleh Sistem Analis (SA) yaitu membuat desain yang
diperlukan untuk pemrograman berdasarkan desain proses bisnis yang telah dibuat
oleh BPA. desain ini akan menjadi pedoman bagi programmer untuk menulis source
code. Desain pemrograman meliputi :
1). Desain
database
2). Desain
Screen Layout
3). Desain
Diagram Proses
4). Desain
Report Layout
4.
Pengembangan
Pekerjaan yang
dilakukan di tahap pengembangan (development) adalah pemrograman. Pemrograman
adalah pekerjaan menulis program komputer dengan bahasa pemrograman berdasarkan
algoritma dan logika tertentu. orangnya disebut Programmer.
5.
Testing
Tak ada gading
yang tak retak, sebuah peribahasa yang berarti tidak ada yang sempurna di dunia
ini.Hal ini berlaku juga pada sistem informasi buatan manusia. oleh sebab itu,
perlu suatu proses untuk menguji mutu sistem informasi . proses ini lazim
disebut testing.
Testing adalah
proses yang dibuat sedemikian rupa untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian hasil
sebuah sistem informasi dengan hasil yang diharapkan.
6.
Implementasi
Implementasi
adalah proses untuk menerapkan sistem informasi yang telah dibangun agar user
menggunakannya menggantikan sistem informasi yang lama.
Proses
Implementasi :
a. Memberitahu
user
b. Melatih user
c. Memasang
sistem (install system)
d.
Entri/Konversi data
e. Siapkan user
ID
7.
Pengoperasian
dan Pemeliharaan
Langkah Paling
akhir adalah pengoperasian dan pemeliharaan.
selama sistem informasi beroperasi, terdapat beberapa pekerjaa rutin
yang perlu dilakukan terhadap sistem informasi, antara lain :
a. System
Maintenance
b. Backup &
Recovery
c. Data Archive
C.
Komponen Sistem
Informasi Law Firm
O’Brien (2004)
Menyatakan bahwa sistem informasi terdiri dari lima komponen :
1.
Sumber daya
manusia (People resource)
Manusia
diperlukan dalam seluruh operasi sistem, Sumber manusia termasuk pemakai
terakhir dan ahli sistem informasi. Pemakai terakhir (disebut juga pemakai atau
klien) adalah orang-orang yang menggunakan sistem informasi atau informasi.
2.
Sumber daya
perangkat lunak (Software resource)
Sumberdaya
perangkat lunak dapat diartikan sebagai segala hal yang diperlukan dalam
intruksi pemrosesan informasi, perangkat lunak yang dimaksud bukan hanya
berupa program yang secara langsung
dapat di operasikan dan mengendalikan komputer, akan tetapi juga merupakan
prosedur yang diperlukan dalam sistem informasi.
3.
Sumber daya
perangkat keras (Hardware resource)
Perangkat keras
pada sistem terdiri dari mainframe, microcomputer, minicomputer, alat
penyimpanan data (storage), pencetak, dan alat-alat lain yang dihubungkan
secara bersama oleh sebuah sistem komunikasi.
4.
Sumber daya
data (Data resource)
Kegunaan data
untuk menjalankan sebuah transaksi antara perusahaan dengan seorang klien
kemudian dikemas menjadi sebuah database, yakni Sekumpulan informasi yang
disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa
menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database
tersebut.
5.
Sumber daya
jaringan (Network resource)
Setelah kita
mengetahui perangkat keras, perangkat lunak, maka selanjutnya kelompok kami
akan menjelaskan apa itu Sumber daya jaringan , yang kami ambil dari sebuah
buku yakni: Sumber Daya jaringan( Network resource) adalah Salah satu Komponen
yang menyusun Sistem informasi yangterdiri dari:
a. Media
komunikasi : kabel UTP.coaxial, fiber-optis, dan cellular
b. Pendukung
jaringan berupa berbagai perangkat keras, perangkat lunak, dan data tehnologi
yang diperlukan untuk mendukung penggunaan dan operasi sebuah jaringan
komunikasi.
D.
Referensi
Sistem Informasi Law Firm
Sebuah law firm harus senantiasa
memberikan layanan (service) yang handal kepada klien. Sebisa mungkin informasi
yang dibutuhkan klien selalu tersedia dalam waktu yang cepat. Jadi, pengelola
firma hukum harus tahu informasi apa saja yang dibutuhkan, tahu tujuan
membangun sistem informasi itu, serta mengelola harapan (managing expectation)
baik hasil maupun kinerja sistem informasi.
Profesi pengacara sebenarnya belum tentu
lebih dahulu mengenai kasus dan hukum dibanding orang lain. Cuma, acapkali
advokat lebih tahu dimana menemukan hukum dan celah-celahnya. “Siapapun dapat
membaca dan memahami suatu peraturan, namun hanya advokat yang dapat menemukan
hukum dari beragam peraturan, yurisprudensi maupun doktrin.
Oleh karena itu sudah saatnya sebuah law
firm harus memiliki sebuah sistem informasi yang terintegrasi dengan baik,
serta bukan hanya dapat membantu tapi juga memudahkan law firm itu sendiri
maupun para klien yang membutuhkan informasi apapun terkait hukum. Law firm
juga tidak boleh kalah dengan perusahaan-perusahaan dibidang lain yang sudah
banyak membuat sebuah sistem informasi yang terpadu dan terintegrasi dengan
baik. Dalam sistem informasi tersebut mereka sudah menyediakan data-data dan
informasi-informasi terkait perusahannya dengan sangat valid sehingga
memudahkan siapapun yang ingin mengetahui, atau ingin berhubungan dengan
perusahaan tersebut.



Komentar
Posting Komentar