MANAJEMEN PENGELOLAAN MUTU KANTOR ADVOKAT
Tugas Terstruktur 5
A. Latar Belakang Pentingnya
Pengelolaan Mutu
Persoalan mutu sebenarnya
sangat relevan bagi dunia praktek pemberian jasa hukum, karena pada dasarnya
klien kita semakin lebih selektif untuk memilih advokat untuk menangani
perkaranya yang dianggap dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan
keinginan klien. Kantor hukum harus peduli dengan persolan jasa hukum yang
diberikan dengan kualitas mutu yang baik dan mau melakukan berbagai upaya
terencana untuk mewujudkan pelayanan jasa hukum yang bermutu tinggi, karena
kantor yang tidak mau melakukan upaya-upaya peningkatan mutu jasa peleyanan
hukum yang diberikan mereka akan tertinggal dari kantor hukum lainnya. Jasa
hukum yang diberikan oleh seorang advokat harus dapat dipertanggungjawabkan
kepada seorang klien yang memberikan kepercayaan kepadannya.Jasa hukum yang
diberikan harus memenuhi semua peraturan dan mematuhi kode etik. Law firm harus
dapat menerima kenyataan bahwa klien berhak menentukan tingkatan mutu dari jasa
hukum yang diinginkannya dan tidak jarang pula klien berani membayar honor
tinggi kepada seorang advokat hal ini dikarenakan lawfirm tersebut dianggap
mampu memberikan Jasa Hukum yang bermutu tinggi. Semakin tinggi kompleksitas
suatu persolan hukum semakin tinggi pula mutu jasa hukum yang diinginkan klien.
B. Mengapa Law Firm Harus
Mengelola Mutu
Mutu pelayanan juga harus diperhatikan oleh advokat dalam
memberikan pelayanan jasa kepada klien. Mutu dari setiap jasa hukum yang
diberikan kepada klien harus dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan hukum dan
etika, disamping juga disesuaikan dengan apa yang disyaratkan oleh klien.
Karena, apa yang dikerjakan oleh seorang advokat secara langsung maupun tidak
langsung mencerminkan mutu kantor hukum tempat yang bersangkutan bekerja. Maka,
mutu pengelolaan kantor hukum harus terus ditingkatkan agar kantor hukum yang
bersangkutan dapat tetap exist.
C. Bagaimana Law Firm Dapat
Melakukan Pengendalian Mutu
Pengelolaan law firm (firma hukum) yang baik harus
memenuhi syarat kualitas, yakni adanya standar mutu dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) yang selama ini rata-rata sudah dilakukan law firm-law firm skala besar.
Sementara itu, pada law firm berskala kecil masih belum semuanya mengantongi
standar mutu dari OJK. Oleh karena itu, uji standar mutu ini sangat penting
dalam upaya pengelolaan law firm yang profesionalpenerapan standar pengendalian
mutu juga harus didukung Total Quality Control sebagai sistem terintegrasi.
Misalnya, rekrutmen yang ketat dengan orientasi kualitas, pengembangan diri
ekstensif (Professional Development) dapat dilakukan melalui program mentoring,
focus group discussion, training, seminar in house ataupun eksternal.
D. Siapa Yang Harus Berperan
Dalam Menjelankan Sistem Pengelolan Mutu Kantor Advokat
Selain SDM, kantor hukum juga harus memperhatikan mutu
dari jasa yang diberikan kepada klien, Mutu dari setiap jasa hukum yang
diberikan kepada klien harus dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan hukum dan
etika, disamping juga disesuaikan dengan apa yang disyaratkan oleh klien. Apa yang dikerjakan oleh
seorang lawyer secara langsung maupun
tidak langsung mencerminkan mutu kantor hukum tempat yang bersangkutan bekerja, Karena itu, mutu pengelolaan kantor
hukum harus terus ditingkatkan agar kantor hukum yang bersangkutan dapat tetap exis.
Dalam kantor advokat juga agar
mutu tetap terjaga maka kualitas SDM pun harus tetap dijaga dan dikembangkan. pengembangan SDM ini tentu
saja diawali dengan proses rekrutmen yang baik dan benar serta bertanggung
jawab. Setelah itu, harus ada kejelasan proses pengembangan dan promosi serta
jenjang karir. Harus ada pola interaksi yang baik di antara para karyawan serta
dengan pihak luar, misalnya klien
Setiap kantor advokat pasti
memiliki ketua dan juga anggota-anggota baik berupa advokat, konsultan, dan
juga staff-staff baik yang berhubungan langsung dengan pekerjaan advokat maupun
yang tidak. Dalam menjalankan standar mutu kantor yang sudah ditetapkan setiap
komponen kantor memiliki peran untuk menjalankan standar mutu kantor karna
bagaimanapun setiap peraturan harus ada yang menjalankan dan begitupula sebuah
aturan mengenai standar mutu dalam sebuah kantor harus juga dijalankan oleh
semua pihak dalam kantor tersebut
E. Siapa Yang Paling
Bertanggung Jawab Atas Berjalannya Sistem Pengelolaan Mutu Kantor Advokat
Jika kita berbicara mengenai siapa yang bertanggung jawab
maka bisa dikatakan setiap pihak memiliki tanggung jawabnya masing-masing,
namun apabila terjadi permasalahan dalam internal kantor maka yang bertanggung
jawab secara penuh adalah ketua kantor advokat itu sendiri. Dalam hal mutu, pimpinan juga harus
memastikan bahwa semua komponen yang ada di kantor hukum memiliki sasaran mutu
yang harus dicapai. Jadi, Seorang pemimpin harus melakukan penilaian atas
efektifitas dari sistem pengeloan mutu yang dijalankannya.
Bukan rahasia umum jika akhir-akhir ini banyak kantor
hukum di Indonesia yang mengalami perpecahan. Tidak hanya kantor hukum besar,
perpecahan juga melanda kantor hukum yang berskala kecil. Ada anggapan bahwa
pecahnya sebuah kantor hukum disebabkan belum baiknya sistem manajemen yang ada
di kantor hukum tersebut. Faktor lainnya, terkait dengan masih tingginya ego di
antara owner, partner maupun senior associate. Biasanya, ego itu
meledak dengan adanya keinginan untuk mendirikan kantor hukum sendiri. untuk mengelola sebuah
kantor hukum diperlukan manajemen yang profesional disertai dengan integritas
yang tinggi. Tujuannya, agar mampu memberikan pelayanan berupa jasa hukum
secara profesional kepada klien. Kata kuncinya, profesional dan sikap
integritas yang tidak kenal kompromi jika ingin mengelola sebuah kantor hukum dan hal ini harus ada
dalam diri seorang pimpinan sebagai bentuk tanggung jawab atas mutu kantor
advokat miliknya



Komentar
Posting Komentar